humor

•August 28, 2007 • Leave a Comment

“Mesra”

 
Sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disampingku. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja.
Aku memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut & kagum, pikirku… “Wah sudah tua-tua begitu masih bisa saling berbagi & mengasihi… sungguh patut dijadikan contoh…” Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan. Akupun merasa kasian, akhirnya mendekat sembari menyodorkan kentangku yang Super Size dan berkata: “Kek ambillah ini…” Si kakek jawab: “Tidak usah terima kasih… kami selalu berbagi makanan yang sama”.
Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya. Akupun mendekat lagi, kali ini berkata: “Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?” Si nenek jawab: “Tidak terima kasih..” lalu aku bertanya lagi, “Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?”
Kata si Nenek, “SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI… GANTIAN SAMA KAKEK!!”

“Laki-Laki Perkasa”

Ada sepasang kekasih sedang berduaan, dan si cewek bangga mendapatkan cowok seperti doinya tersebut, badan macho dan muka cool abis. Dan yang dibayangkan si cewek adalah tentu dia sangat perkasa di saat jadi suaminya kelak.
Inilah ceritanya :
Ce : Bang benar hanya aku kekasihmu…??????.
Co : Benar dik…
Ce : Oh bahagianya aku……
Co : Akupun demikian sayang……
Ce : Abang tentu sangat perkasa di tempat tidur ya……
Co : Memang dik sudah banyak buktinya, tanya saja si Ratih, Lina, Dita, Tante Sofi, Tante Lola, Tante Siska……
Ce : (lalu jatuh pingsan…..)
Co : ……………..????

Antioksidan

•August 9, 2007 • 2 Comments

Antioksidan

Jang Edi

Antioksidan vs Radikal Bebas

Radikal bebas banyak terdapat di sekitar kita dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Antioksidan bereaksi untuk memperkuat pertahanan diri.       Masyarakat kota besar tanpa disadari ternyata punya banyak tabungan. Bukan dalam bentuk uang atau deposito melainkan berupa racun, tersimpan dalam tubuh. Berbagai jenis polutan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, sinar matahari atau makanan yang tercemar zat kimia, bisa menyebabkan kesehatan terganggu. Penyakit seperti kanker, diabetes melitus, stroke, jantung koroner dan lain-lain, terasa semakin menjadi ancaman dan akrab di telinga.       Keberadaan penyakit-penyakit tersebut diduga berkaitan erat dengan adanya radikal bebas, yang salah satu sumbernya berasal dari lingkungan (polutan). Selain berasal dari luar tubuh, radikal bebas ternyata juga dihasilkan oleh tubuh. “Radikal bebas adalah suatu zat atau bahan kimia yang terbentuk dalam tubuh, sebagai akibat dari metabolisme oksidasi,” ujar Dr. Drupadi HS Dillon, Phd, SpGk, dari Departemen Ilmu Gizi FKUI. Untuk menangkal radikal bebas diperlukan zat lain, di sinilah antioksidan berperan.       Sebenarnya, radikal bebas tidak jahat-jahat amat. Ia punya arti penting bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal. Menurut Denny Wahyudi, Ssi., Apt, terkadang sistem imun membuat radikal bebas, untuk menetralisir virus atau bakteri. Ketika kuman masuk ke dalam tubuh, sel darah putih (leukosit) akan menghancurkan kuman dimaksud dengan bantuan radikal bebas. Fungsi lainnya adalah memerangi peradangan, mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Tapi, jika jumlah radikal bebas berlebihan, ia akan menjadi ancaman bagi tubuh. Hal ini karena sifatnya yang sangat tidak stabil atau reaktif.       Sifat liar radikal bebas karena ia hanya punya satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Agar stabil, layaknya jomblo mencari pacar, radikal bebas bereaksi dengan mencari pasangan. Sayangnya, yang disambar adalah elektron dari molekul lain. Pasangan yang “pacarnya” (elektronnya) diambil ngambek dan ikut-ikutan menjadi radikal bebas. “Kejadian tersebut menimbulkan efek domino dan dapat menimbulkan banyak sel yang rusak. Dampaknya akan semakin buruk bagi kesehatan,” ujar Denny. Radikal bebas dapat merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat (polisakarida), lemak dan DNA. Akibatnya sel rusak, mati atau bermutasi. Berbagai penyakit degenaratif pun muncul.       Tubuh mempunyai sistem keamanan sendiri, untuk menjaga agar radikal bebas tidak merajalela dengan membentuk zat antioksidan. Antioksidan yang diproduksi oleh tubuh (antioksidan endogen) berupa enzim, yaitu superoksida dismutase, glutation peroksidase dan katalase. Ketiganya bahu membahu melawan radikal bebas.       Selain enzim yang dihasilkan oleh tubuh, antioksidan juga dapat diperoleh dari sumber makanan sehari-hari yang kaya vitamin A, vitamin C dan vitamin E. Juga betakaroten dan flavonoid yang diperoleh dari tumbuhan. Asupan antioksidan dari luar (eksogen), dapat membantu kerja antioksidan enzimatik

      Penyakit Akibat Radikal Bebas

      Proses penuaan dan penyakit generatif seperti kanker, ateroklerosis (penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah), stroke, tekanan darah tinggi, katarak serta terganggunya sistem imun tubuh, merupakan beberapa penyakit yang berkaitan dengan aktivitas radikal bebas. Salah satu yang ditakuti adalah menjadi tua. Proses penuaan sering disertai dengan berbagai penyakit. Sebagai contoh keriput, yang terjadi pada kulit. Radikal bebas akan merusak lemak yang merusak membran sel, sehingga kulit kehilangan ketegangannya (rigor) dan muncullah keriput. Efek penuaan tersebut sebenarnya dapat ditahan, karena sel epidermis mengandung antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, glutation, superoksidase dismutase dan katalase, yang mampu mengubah dan memadamkan potensi merusak radikal bebas.       Penyakit lainnya adalah ateroklerosis. Menurut Wiwin Dwi Prasetiyo, PE NourishSkin Ultimate, pada pembuluh darah, oksidasi lemak dalam lipoprotein densitas rendah (LDL) dan lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL) yang sebagian besar terdiri dari minyak jenuh, dapat menyebabkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah. Jika terjadi di jantung akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK) dan jika terjadi pada otak akan menyebabkan stroke. Menurut Dr. Drupadi, kekurangan selenium dihubungkan dengan risiko stroke dan infark miokard. Ateroklerosis dapat dicegah dengan menghambat oksidasi LDL, menggunakan antioksidan yang banyak terdapat dalam bahan pangan.      Untuk kanker, para ahli kesehatan sepakat bahwa penyakit ini terjadi karena adanya mutasi gen atau DNA sel. Selain karena kesalahan replikasi dan kesalahan genetika, mekanisme perubahan pada mutasi gen dapat terjadi karena faktor luar struktur DNA, seperti virus, polusi, radiasi atau dari konsumsi pangan. Pada mutasi gen ini, radikal bebas dan reaksi oksidasi jelas ikut berperan. Risiko dapat dikurangi dengan mengonsumsi antioksidan dalam jumlah yang cukup.      Penyakit lain yang sering menyerang lansia adalah katarak. Pada lensa mata terjadi kekeruhan, akibatnya penglihatan berkurang bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Hal ini terjadi karena sinar matahari dan pembawa oksigen sangat rentan terhadap sinar penyebab peroksidasi lemak. “Kerusakan oksidatif oleh rangsangan sinar pada mata, dapat menyebabkan katarak senilis,” ujar dr. Drupadi. Beberapa studi menunjukkan, orang yang konsentrasi plasma darahnya tinggi akan 2 atau 3 jenis antioksidan, berisiko terserang katarak lebih rendah dibandingkan orang yang konsentrasi antioksidannya satu atau lebih rendah lagi.      Penyakit lain akibat polutan adalah penyakit pada paru. Proses pembakaran pada mesin mobil, menimbulkan senyawa kimia beracun, nitrogen dioksida (NO2) yang menghasilkan ozon. Asap rokok yang tersusun lebih dari 3.000 senyawa kimia, salah satunya adalah NO2. Kedua senyawa ini dapat merusak paru-paru dengan menyerang lemak tak jenuh dalam membran sel. Seperti dilaporkan Journal of American Chemical Society (1981), antioksidan dapat menurunkan bahaya serangan paru-paru serta melindungi jaringan tubuh dari polusi.

      Makanan Antioksidan

      Buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bjian merupakan sumber antioksidan yang baik dan bisa meredam reaksi berantai radikal bebas. Tomat mengandung likopene, yaitu antioksidan yang ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tidak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam sel. Lutein dan zeasantin yang terdapat pada bayam, diketahui aktif mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa mata, sehingga kesehatan mata bisa terjaga dari gangguan katarak.       Biji matahari, kacang-kacangan, telur dan ikan adalah sumber vitamin E. Sedangkan sumber vitamin A bisa didapat dari telur, hati, daging, minyak ikan, mentega, margarine dan lain-lain. Zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan, seperti karotenoid, seng, managan, tembaga dan selenium, juga banyak tersedia dalam sayuran, buah-buahan, serealia, hati, ikan dan lain lain.       Namun, “Tak satu pun bahan makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap,” ujar dr. Drupadi. Sebab itu, menu yang bervariasi atau beragam akan menjamin tersedianya kelengkapan zata gizi. Dan jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan. (di) 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.