Mengapa Pencegahan Harus Menjadi Prioritas dalam Hidup?

Mendengar kata lanjut usia atau tua, imajinasi kita akan terbawa ke seseorang yang tua renta, keriput, bongkok, berjalan tertatih-tatih, bahkan mungkin terbaring di tempat tidur. Oleh karena itu, banyak di antara kita yang takut untuk menjadi tua. Padahal menjadi tua merupakan realita hidup yang tak bisa ditolak. Tetapi, apakah penuaan organ-organ tubuh dan datangnya berbagai penyakit di masa tua, juga merupakan suatu realita hidup yang tak bisa ditolak?

Ada 2 jenis usia (penuaan): penuaan secara kronologis (usia kalender) dan penuaan biologis. Penuaan kronologis adalah usia yang kita lihat dari kalender, sedang penuaan biologis merupakan proses yang terjadi di dalam tubuh dimana terjadi penurunan fungsi tubuh secara berangsur. Penurunan fungsi ini meliputi anatomi, biokimiawi, keseimbangan hormonal, dll.

Penuaan secara kronologis boleh berjalan terus…
Tapi, penuaan secara biologis, bisakah diperlambat???

Jawabnya bisa! Contohnya adalah di Jepang. Pada tahun 2001, ada 14.330 orang berusia> 100 tahun, dan di Indonesia hanya 330 orang. Saat ini, Jepang memiliki kurang lebih 25.000 orang berusia >100 tahun. Usia harapan hidup penduduk Indonesia pria 65 tahun dan wanita 68 tahun, sedangkan di Jepang usia harapan hidup pria 78 tahun dan wanita 85 tahun.

Hebatnya, para lanjut usia di Jepang sangat sedikit yang menderita penyakit kronis akibat usia tua, seperti jantung koroner dan stroke, kanker, serta kepikunan.

Apa rahasia bangsa Jepang memiliki usia harapan hidup panjang dan sehat? Kuncinya adalah pola hidup sehat dijadikan sebagai sebuah prioritas dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Gaya hidup sehat dengan pola makan sehat dan olah raga teratur tersebut didukung oleh kondisi lingkungan yang menunjang : bersih dan tidak tercemar polusi, serta layanan kesehatan yang memadai.

Bagaimana dengan di Indonesia? Mungkinkah kita bisa mencapai usia harapan hidup yang tinggi dan tetap sehat di hari tua?

Fakta menunjukkan, saat ini derajat kesehatan masyarakat Indonesia semakin memburuk. Semakin hari, semakin sulit untuk mewujudkan harapan hidup sehat berkualitas. Sebaliknya, yang terjadi adalah berbagai penyakit berbahaya yang selama ini menjadi milik usia tua, kini datang di usia muda dan produktif. Menjadi tua sehat bahagia, semakin jauh dari harapan.

  • Data dari Departemen kesehatan menunjukkan, saat ini, 20 juta (sekitar
    10%) penduduk
    Indonesia menderita penyakit jantung. Dan penyakit ini
    menjadi pembunuh nomor 1 di
    Indonesia.
  • Jumlah penderita kanker pun meningkat setiap tahun. Yang paling banyak
    dialami penduduk Indonesia saat ini adalah kanker mulut rahim (17%) dan
    kanker payudara (11%), Sisanya kanker kulit, kanker nasofaring, kanker
    hati, paru dan leukimia. Ribuan penderita kanker terutama rahim dan
    payudara yang datang ke RSCM, sekitar 70% dalam stadium lanjut.
  • Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar di dunia dalam jumlah
    penderita Diabetes Mellitus (8,6% dari total penduduk), dengan urutan di
    atasnya
    India, China dan Amerika Serikat.
  • Demikian juga berbagai penyakit lain seperti stroke, hipertensi, ginjal,
    dll, jumlah penderitanya terus meningkat dan tidak hanya datang di usia
    tua, tetapi juga menyerang usia muda dan produktif.

Mengapa derajat kesehatan masyarakat semakin menurun, dan kecenderungannya akan semakin sulit mendapatkan tingkat kesehatan yang berkualitas?

Mari, kita simak berbagai faktor yang membuat derajat kesehatan kita cenderung memburuk.

Gambar Kesehatan Buruk

gbr_faktor_kesetahan_buruk.gif

  • Gaya Hidup
    Tuntutan hidup di era modern, membuat orang cenderung stres dan mengalokasikan waktu jauh lebih panjang untuk aktivitas sehari-hari. Keadaan seperti ini mengakibatkan orang sulit untuk menjalani
    gaya hidup sehat: kurang istirahat, kurang olah raga, pola makan yang salah, bahkan muncul kebiasaaan merokok, minum minuman beralkohol, dll.
  • Lingkungan
    Air, tanah maupun udara di
    Indonesia telah tercemar oleh polusi yang sudah mencapai ambang batas maksimal, sehingga sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat.Kualitas udara kota Jakarta saat ini berada di urutan ke-3 terburuk di dunia setelah Meksiko dan Panama. Komponen terbesar yang menyumbangkan polusi udara adalah asap kendaraan bermotor (80%) dan sisanya industri. Salah satu bahan pencemar udara antara lain timah hitam (Pb) atau timbal, hasil buangan knalpot kendaraan yang menggunakan bahan bakar yang mengandung timbal. Data Bank Dunia URBAIR menyatakan, dampak pencemaran timbal menimbulkan 350 kasus penyakit jantung dari 62.000 kasus tekanan darah tinggi dengan angka kematian 340 orang per tahun. Sumber radikal bebas lain lain dari lingkungan di sekitar kita seperti asap rokok, radiasi sinar matahari, sinar X, dll.Selain udara, air dan tanah pun tak luput dari pencemaran. Air pun sudah sangat tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga seperti deterjen dan minyak. Demikian juga dengan tanah, kini sudah berbaur dengan limbah, sampah, dll.
  • Layanan Kesehatan
    Layanan kesehatan yang meliputi para ahli, petugas, peralatan di
    Indonesia masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
  • Genetik
    Seseorang bisa memiliki bakat tertentu, yang merupakan faktor genetik yang diturunkan dari orang tua. Faktor ini berpengaruh terhadap tingkat risiko terkenanya suatu penyakit dan tak bisa diubah. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi tingkat risiko tersebut.

Dengan kondisi demikian, bagaimana kita bisa memperlambat penuaan secara biologis dan menjalani hidup sehat bahagia hingga tua ?

Pencegahan merupakan tindakan yang paling tepat dan bijaksana.
Sekarang saatnya untuk memulai.
Atau Anda akan menyongsong hari tua yang sakit-sakitan.

MENCEGAH berarti menjaga tubuh tetap sehat dengan memastikan 60 triliun sel berfungsi dengan baik.

Tubuh manusia memiliki kurang lebih 60 triliun sel. Masing-masing sel terdiri dari banyak mitokondria. Mitokondria adalah ’rumah energi’ dan bertanggungjawab terhadap metabolisme energi. Fungsinya membentuk energi dari makanan dan oksigen yang diterima. Energi yang dihasilkan disebut Adenosine Trifosfat (ATP). ATP inilah yang membuat sel dapat bekerja sesuai fungsinya.

Untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Pastikan ke-60 triliun sel berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagaimana Caranya?

  1. Suplai harus cukup.
    Pastikan sel mendapat suplai yang cukup akan : * energi, *nutrisi: asam amino, asam
    lemak & gliserol vitamin & mineral *oksigen * enzim * hormon
  2. 2. Aliran darah harus lancar.
    Supaya suplai zat-zat tersebut sampai di seluruh sel dengan baik, maka darah harus
    mengangkut zat-zat yang dibutuhkan secara baik ke seluruh tubuh (darah mengalir
    dengan lancar). Sistem sirkulasi berfungsi sebagai transportasi zat-zat makanan dan
    oksigen yang diperlukan sel-sel.

Yang berperan dalam sistem sirkulasi adalah : jantung, darah, pembuluh darah besar, nadi dan kapiler. Mekanismenya adalah jantung memompa
darah, darah mengalir melalui pembuluh darah membawa zat dan oksigen. (http://fortunestar.co.id)

Advertisements

~ by deutsch00 on June 6, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: